Aneuk Jamee dan Bahasa (1)
Kamis, 23 Februari 2012
41
comments
Aku adalah aneuk jamee, sebutan bagi suku jamee di aceh. Bahasa jamee merupakan bahasa sehari – hari dalam bergaul dan bersosialisasi dikampungku yang berada di sebuah kecamatan bernama kluet selatan. Nama kampungku adalah Suaq Bakung yang berpenduduk lebih kurang 1391 jiwa, dengan mata pencaharian utamanya adalah bertani sebanyak 60 %, pegawai negeri sipil 35% dan nelayan sebanyak 5%.
Dikampungku yang damai tersebut dihuni oleh banyak pendatang dari luar desa disebabkan oleh terjadinya perkawinan dan juga oleh tugas dinas bagi pegawai negeri sehingga terdapat beberapa bahasa yang sudah berasimilasi dengan bahasa jamee dan membuatnya sedikit berbeda dengan pengucapan bahasa jamee dari daerah tetangga yang juga menggunakan bahasa jamee itu.
Seperti yang pernah kutulis di blog satu lagi tentang suku aneuk jamee, bahasa jamee memang asalnya dari minangkabau yakni dari daerah pariaman. Pernah suatu ketika aku sedang berada disebuah taksi yang mengantarkanku dari terminal terpadu kota padang ke lubuk kuranji, aku bercakap – cakap dengan sopir dan karena aku juga menggunakan bahasa ‘minang’ tatkala ngobrol dengan si supir, lantas dia mengira aku ini orang pariaman padahal bahasa yang kugunakan sewaktu ngobrol tadi adalah bahasa jamee.
Bahasa jamee merupakan sebuah bahasa yang sudah dileburkan dengan beberapa bahasa antara lain bahasa aceh dan juga bahasa kluwat. Kedua bahasa itu adalah bahasa yang terdapat di aceh selatan, namun karena mayoritas masyarakat suaq bakung berbahasa jamee akhirnya hanya beberapa orang saja yang menggunakannya walaupun pada dasarnya beberapa kosa kata diantara tiga bahasa tersebut banyak yang sama mungkin cuma beda huruf vokalnya saja sehingga tanpa harus belajar pun kita juga akan tahu maksudnya hanya dengan memperhatika kosa kata yang digunakan.
Coba simak sebuah kalimat berbahasa jamee berikut.
Pengucapan dalam bahasa jamee“ Ambo kinin tangah sakola “keterangannya begini: Ambo (saya) kinin (kini/sekarang) tangah(sedang) sakola (sekolah).
Pengucapannya dalam bahasa aceh yang umum diaceh selatan begini:Loen Jinoe teungoh sikulaketerangan: Loen (saya) jinoe (kini/sekarang) tengoh (sedang) sikula (sekolah)
Dan pengucapan dalam bahasa kluwat (bahasa kluet)Aku sendah tengah sikuloketarangan: aku (aku) sendah (kini/sekarang) tengah (sedang) sikulo (sekolah)
Dari tiga bahasa yang umum di aceh selatan itu, terdapat kosa kata yang sama dan hampir sama yaitu sekolah (sakola, sikula, sikulo) dan sedang (tangah,tengoh,tengah). Jumlah kosa kata yang hampir mirip itu sebanarnya banyak namun akan dibahas dilain cerita pula.
Penggunaan kata yang hampir mirip tersebut telah memudahkan masyarakat aneuk jamee berkomunikasi dengan mayarakat lain yang menggunakan bahasa aceh dan bahasa kluwat karena tanpa harus mempelajarinyapun dari kosakata yang digunakan sudah bisa diambil kesimpulan.
(bersambung)



41 comments
wow, bahasa daerah itu memang menarik :)
kalo yang di percakapan 1 dan 3, dhe masih bisa ngerti artinya.. tapi kalo yang di percakapan 2, bener2 gk mudeng.. jauh bener soalnya.. wes, belajar bahasa palembang aja mas, mudah.. :D
Loen cuman mufom yang teungoh mantong bang... yang sa dan lhee hana mufom... hehe...
saleum teungoh malam bang... :)
Berarti di Aceh pun juga banyak bahasa ya mas... @_@
saya cuma ngerti yang bahasa jamee..."ambo kinin tangah sakola".. memang mirip bahasa minang/padang ya bang....saya pernah tinggal beberapa tahun di pekanbaru...jadi sedikit2 jadi tau bahasa minang ..berarti di aceh banyak juga ya bang bahasa daerah yang di pake...?
ooo ternyata di Aceh juga ada suku-suku lagi ya, saya pikir selama ini orang aceh sama saja. Wah tentu menarik kalo masing-masing kawasan beda bahasa
Bahas ketiga bisa dipahami tanpa terjemah
baris kedua itu lho beda banget dan baru saya dengar
he... di madura ada 4 kabupaten beda logat dan ada juga sedikit perbedaan kosa kata
@ngetik.com:memang menarik mbak, tapi bagi sebagian lainnya malah membosan.
@dhenok habibie:xixixi.... bahasa negeri sendiri aja aku banyak yang belum paham mbak dhe, :)
@alaika abdullah:hehehe... hana peu kak alaika, singoh pasti na watee netepeu bahsa bahsa nyangna di nanggroe geutanyo.. :)
saleum chit dari loen tuan kak...
@Una:sangat banyak mbak una, yang sudah umum saja udah ada 9 bahasa lho. dan sepertinya masih ada lagi..
@Mami Zidane:bahasa aceh yang umum digunakan, namun di daerah aceh selatan penggunaan bahasa jamee yang lebih dominan mbak. jika ada orang minang yg datang ke tempat kami seperti dia merasakan kehidupan dikampungnya sendiri, karena semua kami pake bahasa yang dikenalnya dengan baik...
@Djangkies:Begitulah pak Ies, saya ini walaupun tinggal diaceh tapi suku saya adalah suku aneuk jamee, ayah dari suku kluwat(kluet- biasa disebut) dan ibu dari suku aneuk jamee, gak ada acehnya kan? tapi saya tetap orang aceh pak. hehehe
ambo niar :D
bahasa daerah beraneragama yaa om dee... kalau bahasa nya aku manies apaan om ?
@Citro Mduro:memang sulit memahami bahasa yang kedua itu kang, itu bahasa aceh. Orang- orang sempat bilang, lebih enak belajar bahasa inggris ketimbang belajar bahasa aceh, hahahaa.....
mengenai logat, dalam berbahasa aceh pun banyak terdapat kang, misalnya logat bahasa aceh dari aceh selatan dan aceh bagian tengah itu berbeda. apalagi jika suku kluet (kluwat) berbahasa aceh, sangat mudah menandai bahwa dia berasal dari suku kluet.
kalo di hitung2 bahasa daerah di indonesia kayaknya banget ya, di aceh aja masih banyak apalagi 33 propinsi :) tapi bahasa utama ttp indonesia ya hehe
wahhh ternyata asyik juga yach belajar bahasa daerah.....
Indonesia kaya akan bahasa. Ajib, kunjungan perdana sob^^ salam kenal.
di jamee jg byk org padang ya pak ?
sekalian nagih K ni pak ...plis pulangin yaaa :(
bingung bacanya... hoihihih
perlu nih belajar bahasa daerah :)
teruskan iaa nulis dbahasa daerahnya...
pengen ikud belajar akuh :)
@Niar Sri Sadono Ningrum: hahaha... niar... niar, kalau ngucapin sya manis itu, bahasa acehnya "Loen mameh.." bahasa jamee nya "ambo manih..." kalau bahasa kluwatnya " Aku mis..."
gitu niar...
@Yayack Faqih:Bahasa indonesia kan bahasa persatuan mas, ya itu sudah jelas :)
@Nia:Kalau ada kemauan memang asyik mbak, heheehe
@Faizal Indra kusuma:Salam kenal juga,
Syukur ya kita tinggal diindonesia yang kaya akan bahasa dan keaneka ragaman budaya :)
@mimi RaDiAl:Orang padangnya gak ada lagi Bu, mungkin cicit-cicit nya yang banyak didaerahku itu. namun semua tidak merasa bahwa mereka orang padang karena dalam hati mereka tetaplah mereka itu orang aceh walaupun sukunya suku jamee.
Mengenai hrup "K" itu katanya hari sabtu dia balik bu, tunggu aja...
@adeuny:Sebenarnya tulisan ini bukan sebagai ajang belajar silat, eh..belajar bahasa daerah. Aku cuma mau share aja proses asimilasi bahasa minang kedalam lingkungan aceh. tapi jika mau belajar tempatnya ada kok... mau?
wah, bisa diterbitkan jadi kamus bahasa daerah tuh ..pasti menarik
Jadi berasal dari pariaman ya aslinya. Tapi sudah berkolaborasi dengan bahasa daerah lain sehingga muncullah bahasa jamee gitu kan kang.
Kalau Aceh singkil pakai bahasa apa itu kang, soalnya temenku dari sana malah nggak bisa bahasa Aceh. Tapi kalau bahasa padang malah paham sekali kang.
wah kaya akan bahasa ternyata ya . . . .
@HP Yitno:Bahasa jamee asalnya dari pariaman menurut sejarahnya kang. Lantaran proses asimilasi dgn bahasa aceh lalu melahirkan bahsa aneuk jamee. Disingkil menggunakan bahasa singkil kang, bahasa tersebut mengacu pada bahasa yang ada di sibolga...
@Ririe Khayan:Nanti akan kupikirkan bagaimana caranya agar bisa di buat sebagai kamus panduan, hehehe...
@Susu Segar:Indonesia memang kaya dengan bahasa... :)
wah, ikutan belajar bahasa aceh nih sob, sepertinya continued kan ?
pernoe Rose bahasa Jamee lah bg Dee :)
@Stupid monkey:heheehe...kontinue nya nanti itu mengenai proses asimilasi bahasa jamee itu kedalam masyarakat aceh didaerah tersebut sob....
@RoseDyanaManaf:nyan... leubeh mangat meruno langsong mantong dek hai, jelah dan meunyo na salah langsong diklarifikasi. kiban? hahahaa
Belajar bahasa aceh di sini sahabat.
Dan saya ijin jadi followers sini sahabat 18
Terima kasih
Saya punya teori bahwa suku Jamee awalnya adalah para Frontliner kesultanan Aceh di daerah Minang sebelum dikalahkan Belanda dan terjadinya Plakat Panjang. Mereka membawa pulang tradisi Minang karena telah lama bermukim disana. Sayangnya belum ada ahli yang meneliti hal ini (setahu saya)...
@Blog Keperawatan:Yupss.... silahkan sob. trims sudah mampir
@tengkuputeh:Boleh - boleh saja punya teori berlainan tengku, namun saya sebagai aneuk jamee punya rangkuman tersendiri mengenai sejarah tersebut. Sudah setahun saya berusaha mengumpulkan informasi tentang suku saya ini. Alhamdulillah, kemaren sempat bertemu dengan orang2 tua jameun dan menceritakan tentang ini.
@dmilano:
Untuk menambah khanzanah pemikiran baru boleh saya dibagi pengetahuan sejarah menurut bung dmilano :D
Poskan Komentar
Silahkan Beri Tanggapanmu ^_^