Setelah Hiatus

Facebook Google+ Twitter
Saleum....
Ada banyak kisah sebenarnya yang bisa dituangkan dalam cangkir kupi semenjak masa – masa hiatus kemaren. Kenapa banyak...? karena memang banyak kejadian demi kejadian yang terjadi didepan mata, baik itu sebagai aktor utamanya maupun sebagai figuran. Semula sempat ku abadikan dalam ponsel LG yang dalam setahun yang lalu setia ikut kemanapun langkah ini menapak, akan tetapi sayang seribu kali sayang, ponsel kesayangan itupun lenyap diambil orang. Tegasnya, ponsel LG ku itu dicuri orang lewat pintu samping yang lupa dikunci karena terburu – buru.


Itu adalah kejadian awal yang menyakitkan kualami setelah proses hiatus dimulai. Lenyapnya ponsel tersebut sekaligus menghilangkan beberapa momen penting yang sempat kuabadikan selama hiatus berlangsung. Tentu sahabat semua heran kenapa aku mesti memutuskan hiatus disaat bunga sakura sedang mekar dilereng gunung fuji kan? ( hehehe... ). Jika ponsel itu gak di’telap’ orang, maka foto – foto dalam ponsel itu akan jadi jawaban atas hiatusnya dmilano dari cangkir kupi dalam waktu yang lumayan lama. Apalagi dengan adanya foto tersebut aku tidak terlalu panjang mendeskripsikan kegiatan apa – apa saja yang kulakukan selama itu, tegasnya lagi dengan adanya bekal foto itu sekaligus akan menciptakan rasa jangan ada dusta diantara kita.

Tercatat sejak 6 maret lalu Cangkir Kupi tak pernah diisi minuman yang segar lagi, biasanya ada kopi dan teh manis atau susu segar yang tertuang didalamnya sebagai suplemen penyeimbang jiwa bagi yang membacanya, namun sejak tanggal itu kesibukanku sebagai manusia dimulai.
Kesibukan pertama adalah sampainya sebuah permintaan dari kampung yang berasal dari ibunda tercinta, isinya adalah “ Nak, Bantuin umak ya, umak butuh rancangan Penilaian Tindakan Kelas ( PTK ) mata pelajaran IPA, kalau bisa dalam waktu 3 hari ini sudah selesai...”
Karena sang Bunda yang minta, dengan senang hati kukerjakan perintah itu walaupun harus jungkir balik nyari bahan. Tepp....!!! waktu tiga hari terlewati dan PTK pun jadi. Segera kukirimkan kekampung sambil membayangkan senyum bunda yang berseri – seri.

Lalu pada hari yang sama, sebuah tugas dari kepala sekolah tiba dimeja kerja. Apa itu..???
Kami akan kembali setelah pesan – pesan berikut ini, Jangan kemana – mana, tetaplah bersama cangkir kupi. hahahaa.....

Sebenarnya Pak kepsek bukan memberiku tugas, tapi sebuah penawaran yakni untuk mengupdate kembali database sekolah yang meliputi: data murid, data inventaris sekolah dan data para guru yang mengajar disekolah. Kenapa aku bersedia menerima penawaran itu padahal aku tau bahwa pekerjaan tersebut cukup menyulitkan? jawabanya adalah money. Upahnya lumayan juga sehingga air liurpun netes. hehehe... Walaupun negosiasi sedikit berjalan alot karena aku menginginkan bayar setengah dulu sementara pak kepsek menyarankan agar upahnya sekalian aja nanti dibayar kalau databasenya sudah jadi. Tapi berkat sedikit ilmu silat lidah yang kupunyai, akhirnya pak kepsek menyetujui juga permintaanku dan kesibukanku pun dimulai. 

Nah pekerjaan tersebut sangatlah menyita waktu dan menguras kantung energiku. Betapa tidak lemas dan lesu, apabila disaat orang lain terlelap dalam tidur, aku masih mengajak jemari menari nari diatas kibot lappy untuk memenuhi janjiku pada kepsek. Begitulah, seperti kata pepatah :” satu titik dua koma, tulisan jelek jangan dicaci...” database tersebutpun selesai juga dalam waktu 2 minggu. Setelah menyerahkan pada kepsek lalu akupun menerima upah sisa pembayaran pertama. Lumayan buat beli emas.... hahaha...

Hidup memang keras, dan bagi mereka yang tidak ‘berani tampil’ maka kesempatan emas sering terabaikan dengan percuma. Walaupun secara pribadi aku sudah digaji rutin oleh pemerintah namun setiap ada kesempatan yang ditawarkan oleh seseorang dan menghasilkan money, aku akan menerimanya dengan ‘berani’. Sekarang, waktu luang sudah jarang kudapatkan karena dirumahpun sudah menumpuk berkas – berkas dan dokumen - dokumen dari para guru disekolah dan dari sekolah tetangga yang ingin dijilid atau dijadikan buku panduan untuk penunjang pendidikan. Untuk semua itu aku sudah melakukan persiapan dengan menambah satu unit lagi printer canon PIXMA MP287, membuat faktur dan stempel pembayaran, menambah jumlah kertas untuk berbagai keperluan sehingga dengan semua itu akan menunjang pekerjaan sampinganku dirumah. Sayangnya, aku gak bisa mempublikasikan karena arsip poto ikut hilang bersama ponsel LG kemaren itu.

Demikian dulu tulisanku kali pertama setelah hiatus kemaren. Insya Allah, tulisan selanjutnya akan mengalir kembali seperti biasa. Saleum....

  

78 Komentar untuk " Setelah Hiatus "

Silahkan Beri Tanggapanmu Tentang Post diatas ^_^

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Back To Top